Senin, 10 November 2025

Gelar Aksi Sumbangan Kasih Revolusi Menuju Pelantikan , KNPB Sentani Serukan : Persatuan Rakyat


Sentani - KNPBnews, KNPB Sentani gelar aksi sumbangan kasih dengan tema  "Makan Sumbang" oleh Panitia Pelantikan Badan Pengurus Wilayah KNPB Sentani , di Lapangan Mato Sentani , pada Senin 10 November 2025


Dalam wawancara berlangsung Sadracks Lagowan selaku Ketua KNPB Wilayah Sentani menjelaskan bahwa , kegiatan Aksi “ Makan Sumbang ” yang dibuka secara budaya dalam bahasa wamena biasa disebut Lukatok atau dalam bahasa meepago yaitu Ebamukai , aksi digelar guna menggalang sumbangan kasih Revolusi menyongsong kegiatan pelantikan Badan Pengurus Baru KNPB Sentani yang baru terpilih. 


KNPB sentani bersama panitia dan badan pengurus terpilih membuka kegiatan sumbangan kasih “ Makan Sumbang” yang dimana ini dihadiri oleh 11 Sektor KNPB Wilayah Sentani serta berbagai komponen Rakyat Pejuang , Kelompok Mahasiswa, Solidaritas Pelajar, dan juga beberapa Solidaritas Masyarakat dari Minahasa , Rakyat Sanggeng dari Sulawesi yang ada di Kompleks Matoa ,lSentani , yang telah datang dan berkontribusi serta memberikan sumbangan kasih. 


KNPB Sentani telah melakukan pemilihan dan menetapkan Sadraks Lagowan sebagai ketua Ketua KNPB Wilayah Sentani dilengkapi dengan jajarannya dan kegiatan hari ini digelar sebagai awal persiapan menuju prosesi pelantikan Badan Pengurus Baru KNPB Wilayah Sentani 


KNPB Sentani melalui Sadraks Lagowan juga berpesan dan berharap agar kegiatan sumbangan kasih ini sebagaimana dapat mengukur kekuatan rakyat , kesediaan rakyat yang untuk bersama mendorong pelantikan , dan kami pun tidak menduga bahwa rakyat sendiri pun datang membawa sumbangn kasih dan berpartisipasi dalam kegiatan persiapan ini , maka kami akan pastikan dalam minggu ini berjalan kami akan melakukan pelantikan secara terbuka , sehingga tidak ada satu orangpun yang kami akan batasi untuk ikut entah rakyat Indonesia, rakyat Papua dari pesisir ,Barisan Merah Putih , Ormas, TNI-Polri, dan seluruh orang Papua yang merasa bahwa KNPB adalah organisasi perjuangan rakyat Papua untuk pembebasan bangsa Papua Barat , kami mengajak untuk bersatu . " Serunya 

Ditambahkan lagi bahwa " kepada seluruh Rakyat pejuang dan komponen masyarakat dan semua yang ada agar datang dengan cara dan gaya masing-masing dengan budaya masing-masing , komadno masing-masing , dan saksikan sama-sama. Undangan akan kami bagi secara publik mulai dari tanggal 12 , kami akan share undangan berupa selebaran, maupun undangan public melalui media social , himbauan , semuanya akan dikeluarkan mulai dari tanggal 12 November . 

Kami juga meminta kepada seluruh rekan-rekan media , rakyat Papua Barat , serta rakyat Indonesia dan seluruhnya yang adal didalam cengkeraman penjajahan kami meminta untuk sama-sama dukung dan sukseskan agenda pelantikan ini bersama . " Tutupnya



Admin : KNPB News 





Sabtu, 01 November 2025

Warga Sipil Di Jalan Gunung Dekai Yahukimo Mengungsi Akibat Kontak Tembak Antara TPNPB Dan TNI-POLRI




 Yahukimo - KNPBnews, Pengungsian akibat konflik bersenjata kembali terjadi , kali ini masyarakat Papua di Jalan Gunung,Kota Dekai ,Kabupaten Yahukimo yang terpaksa harus kembali mengungsi ke dalam hutan mencari perlindungan  akibat operasi militer TNI-POLRI yang menyasar dan menembaki warga sipil di pemukiman mereka di jalan gunung , Pada 30 Oktober 2025 


Menurut laporan yang diterima  KNPB News bahwa , kontak tembak yang terjadi antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat ( TPNPB ) dan Militer Indonesia (  TNI- POLRI ) yang belangsung pada jumat 30 Oktober pukul 05. 30 di Jalan Gunung ,  Militer Indonesia justru menyasar warga sipil dengan menembak ke arah pemukiman warga sipil akibatnya masyarakat sipil di Jalan Gunung mengungsikan diri ke dalam hutan untuk mencari perlindungan . 


Diketahui jumlah pengungsi yang dilaporkan mencapai 222 warga sipil  antara lain  , laki-laki 123 orang ( dewasa dan anak-anak )  , perempuan 85 orang ( dewasa dan anak-anak )  , Bayi 10 orang , ibu hamil 4 orang . 


Pada operasi militer Indonesia ketika kontak tembak berlangsung  juga diketahui bahwa  Militer Indonesia menggunakan   Bom Tandan , yaitu Bom Granat,Bom Roket yang menggunakan Peluncur Tanam ,hingga Basoka . Hal ini mrnunjukan bahwa selain penggunaan senjata yang tidak seimbang antar kombatan , penggunaan Bom juga sangat mengancam keselamatan warga sipil yang berada dan bermukim di wilayah yang berdekatan dengan Lokasi kontak tembak , terlebih lagi masyarakat sipil di Yahukimo yang bermukim kebanyakan di lokasi  yang berdekatan dengan Hutan selain itu  Hutan juga sebagai tempat bekebun untuk menopang hidup masyarakat yang nemiliki tradisi bertani ,  sehingga ledakan bom bisa saja mengenai warga sipil , sehingga tindakan militer Indonesia ini  tentunya melanggar Hukum Humaniter Internasional tentang keselamatan warga sipil di wilayah konflik dari ancaman senjata kimia yang berbahaya . 

Desakan kemanusiaan terhadap keselamatan dan keamanan warga sipil korban konflik bersenjata di Papua sangat dibutuhkan .  Perhatian , Intervensi dan Investigasi ,  dari semua pihak lembaga kemanusiaan,palang merah internasional ,media massa di Papua , Nasional  dan Internsional  ,lembaga Pemerhati  HAM dan Advokasi internasional dan perhatian semua orang yang peduli  Kemanusiaan  terhadap nasib warga sipil pengungsi di Yahukimo,Pegunungan Bintang, Intan Jaya , Puncak,Lanny Jaya ,Maybrat,Teluk Bintuni dan diseluruh tanah Papua.




Admin : KNPB News  



Selasa, 28 Oktober 2025

Aksi Demo Damai Rakyat Intan Jaya Mengecam Pembantaian 12 Warga Sipil Dan Tuntut Tarik Militer Indonesia Dari Intan Jaya Yang Mengancam Keselamatan Warga Sipil Di Intan Jaya

 



Intan Jaya – KNPBnews , Aksi Demonstrasi Damai oleh Forum Rakyat Bergerak Dan Bersuara, menyikapi situasi situasi konflik bersenjata antara Tentara Pembebasan Nasional ( TPNPB ) dan Militer Indonesia ( TNI ) yang masih terus ada, serta tragei kemanusiaan pembantaian 12 Warga Sipil di Intan jaya pada 15 Oktober 2025 lalu. Aksi berlangsung di halaman kantor Bupati Intan Jaya , Sugapa , Intan Jaya pada 28 Oktober 2025 


Masyarakat Intan Jaya yang tergabung di tiga titik aksi yaitu di Gapura Wandoga, Lapangan Yokatapa, dan Tambabuga lalu berjalan menuju titik central aksi Kantor Bupati Intan Jaya, setibanya disana masyarakat menggellar orasi dan mengeluarkan pernyataan sikap tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Intan Jaya . 

Aksi yang di mediasi oleh Forum Rakyat Bergerak Dan Bersuara guna menyikapi situasi kemanusiaan konflik bersenjata antara TPNPB dan TNI – Polri mengakibatkan terjadinya korban pengungsian warga sipil yang begitu besar di Intan Jaya , masyarakat Intan Jaya mendesak kepada Pemerinth Indonesia untuk segera menarik militer seluruh militer yang ada di Intan Jaya yang juga mengakibatkan pembantaian atas 12 warga spipil di Kampung Soanggama , Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan jaya . 

Menyikapi situasi yang terjadi di Intan Jaya maka Forum Rakyat Bergerak dan Bersuara mengeluarkan sikap pernyataan dan tuntutan kepada pemerintah Indonesia sebagai berikut , ( 1 ) Segera usut tuntas kasus “Soanggama Berdarah ” , ( 2 ) Presiden Prabowo segera tarik Militer Non Organik yang tengah melakukan operasi di Intan Jaya dan diseluruh Tanah Papua , ( 3 ) Segera selenggarakan investigasi Independen atas kasus Soanggama Berdarah , ( 4 ) Hentikan praktek militerisasi yang digunakan untuk kepentingan korporasi ekstratif, ( 5 ) Mengecam keras Tindakan MRP yang gagal menjalankan fungsi perlindunganmasyarakat adat, ( 6 ) Tolak eksploitasi tambang di Intan jaya , ( 7 ) Menyatakan pembunuhan warga sipil di Soanggama sebagai pelanggaran HAM berat yang harus diselesaikan oleh negara dan menuntut agar para pelaku segera diadili , ( 8 ) Menetapkan 15 Oktober sebagai kasus Soanggama Berdarah yang wajib diperingati , ( 9 ) Menuntut agar pos militer di Intan Jaya segera ditarik, karena keberadaanya membuat warga ketakuta dan trauma dan mengungsi , ( 10 ) Meminta agar Militer Indonesia dan TPNPB sama-sama menghormati prinsip-prinsip kemanusiaan dalam konflik bersenjata dan tidak menjadikan warga sipil sebagai korban . 



Admin : KNPB News 


Selasa, 21 Oktober 2025

Empat Warga Sipil Di Tembak Aparat TNI/Polri Di Dogiyai





Dogiyai ,- KNPBnews, Penembakan terhadap seorang warga sipil kembali terjadi pada malam pukul 23.36 , di Kampung Mauwa , Distrik Kamu ,Dogiyai. Pada 20/10/2025


Menurut laporan , Seorang warga sipil a.n. Keni Dumupa ( 24th ) ditembak mati oleh aparat Militer Indonesia TNI- Polri ,di bagian dada dan korban tewas di tempat . 


Diketahui penembakan ini adalah aksi lanjutan dari Penemakan 3 orang warga sipil yang di tembak siang tadi di Distrik Kamu, TNI-Polri yang berada di Distrik Kamu selalu mengambil kedempatan dengan berjaga-jaga apabila ada kericuhan , hal tersebut dimanfaatkan oleh aparat Mikiter Indonesia untuk menembak warga sipil yang berakitivitas ,tanpa bukti dan alasan atau indikasi tindak kejahatan yang jelas. 


Sampai dengan saat ini korban warga sipil yang ditembak aparat militer Indonesia menjadi 4 orang ,sebelumnya siang tadi Dogiyai

Pada hari ini Senin 20 Oktober 2025 Di , sempat terjadi penembakan terhadap 3 warga sipil , saat Masyarakat lagi melakukan aktivasi seperti biasa di pasar Moanemani , menurut catatan kronologi " tepat jam 11:00,Ada beberapa pemuda tak membunyikan gass motor di depan beberapa polisi yang sedang berada di pasar , sementara masyarakat sedang melakukan aktivitas masing-masing dengan kesibukannya sendiri, polisi yang tadinya dapat ganggu itu memanggil pasukan TNI /porli Indonesia, setibanya TNI/ porli Indonesia mereka melakukan penembakan terhadap masyarakat dogiyai yang sedang beraktivitas lalu lalang di pasar Moanemani. Akibat penembakan menggunakan senjata api terhadap masyarakat sipil hingga menyebabkan 3 orang warga sipil terkena tembakan dari TNI/Porli, di kampung Ikebo 


Berikut 3 nama korban penembakan sebelumnya , 


1.[Yustinus iyai]Umur 35 Tahun Kenah peluruh senjata api :di betis kaki. Asal dari distrik kamu selatan


2.[Deserius kotouki ] Umur, 21 Tahun.Kenah tembakan peluru senjata api. di betis kaki kiri 

Asal dari distrik kamu selatan


3 [Oya Waine]Umur,26 Tahun. Kenah peluruh senjata api:di pudak bagian kanang ada rawat di rumah sakit. Asal dari distrik kamu selatan. 


Dalam insiden itu juga salah Satu orang dapat tangkap namun belum mengetahui identitas lengkapnya.Situasi semakin memas kontak tembak masih berlanjut sampai jam 15:00 Namun situasi belum kondusif dan TNI /porli Indonesia masih memantau masyarakat berlalu lalang di sekitaran Kota Moanemani.


Sampai pada 23.36 tadi kembali terjadi penembakan terhadap satu orang warga sipil atas nama Keni Dumuoa ,sehingga jumlah korban warga sipil yang ditembak aparat gabungan TNI/Polri menjadi 4 orang . 


Mohon peehatian dan advokasi dari semua pihak , agar kebrutalan dan kejahatan yang dilakukan aparat militer Indonesia di Dogiyai harus segera dihentikan dan militer Indonesia di Dogiyai harus segera ditarik. 


Admin : KNPB News 



Minggu, 19 Oktober 2025

KNPB Wilayah Yalimu Sukses Gelar Rapimwil Ke - IV Dan Bentuk Sektor Baru Di Witlanggo




Yalimu-KNPBnews, Komite Nasional Papua Barat ( KNPB ) Wilayah Yalimu sukses gelar  Rapat Pimpinan Wilayah ke - IV  pembenahan struktur organisasi dan telah bentuk sektor baru , kegiatan berlangsung di Kampung Witlanggo Kabupaten Yalimo , pada 17 oktober 2025.

Kegiatan dimulai  pukul 09:20  di awali dengan doa pembukan oleh pelayan setempat dan selanjutnya Sidang di buka oleh Theo Loho Ketua KNPB Wilayah Yalimu sekaligus memberikan pandangan umum terkait sidang yang akan berlangsung, 

evaluasi dan pembenahan struktur sidang di pimpin langsung oleh Tim Pembenahan se-Lapago Tn. Merdi Heluka dan Yerry Kabak, mengenai pembahasan evaluasi kepengurusan KNPB wilayah Yalimu dan 24 sektor, juga  sekaligus membenahi struktur kepengurusan KNPB wilayah Yalimu. Selanjutnya dilanjutkan oleh Pengurus KNPB wilayah Yalimo dengan membahas Program Kerja sesuai agenda putusan KNPB Pusat.

KNPB Yalimu membenuk dan melantik sektor Witlanggo , jadi yang sebelumnyaKNPB yalimu memiliki 23 sektor di tambah dengan satu  sektor baru  Witlanggo,sehingga menjadi 24 sektor di Wilayah Yalimu sesuai dengan keputusan Rapim  tahun 2025 di Mnukwar.


Pada kegiatan berkangsung , dihadiri oleh delegasi yang antusias menyaksikan proses berjalannya sidang bersama seluruh Rakyat Papua di Yalimo dan perwakilan 24 Sektor ,kegiatan juga dihadiri oleh New Guiena Raad ( NGR ) .Kegiatan diakhiri dengan makan bersama yang di sediakan oleh Rakyat di witlanggo. 



Admin : KNPB News 


Sabtu, 18 Oktober 2025

Warga Sipil Di Teluk Bintuni Mengungsi Ke Hutan Akibat Konflik Bersenjata Antara TPNPB vsTNI



Teluk Bintuni - KNPBnews, Konflik Bersenjata Di Teluk Bintuni , antara TPNPB dan TNI mengakibatkan pengungsian besar-besaran masyarakat Teluk Bintuni  sampai hari ini masyarakat terpaksa harus mengungsi ke dalam hutan-hutan karena diteror, rumah warga sipil dihancurkan oleh Aparat militer Indonesia 

Warga sipil yang terdampak konflik selain laki-laki juga terdapat anak-anak dan perempuan ,hingga Lansia yang terpaksa harus meninggalkan kamoung halaman mereka ,akibat operasi militer Indonesia  yang terjadi yang menyasar hingga pemukiman warga sipil. Hal ini tentu menjadi ancaman terhadap keselamatan hidup warga sipil di Maybrat yang perlu mendapatkan perhatian dan perlindungan akan jaminan keselamatan Pengungsi Warga Sipil . 

Menurut Laporan Pekerja HAM Independen Menyampaikan bahwa kronologis kejadian kontak senjata antara Kombatan TPNPB-OPM dan TNI POLRI tanggal,11 oktober 2025 dikampung moyeba distrik moskona utara kabupaten Teluk bintuni.provinsi Papua Barat, yang  mengakibatkan warga sipil Dua distrik, sembilan ( 9 ) kampung mengunsi ke hutan untuk melindungi diri mereka distrik moskona Utara terdiri dari 6 kampung :

1.kampung moyeba satu 

2. kampung mesum 

3.kampumg moyeba utara 

4.kampung moyeba Timur 

5. Kampung moyeba Barat

6. Kampung Meven 

Dan distrik moskon utara jauh terdiri dari 3 kampung :

1.kampung inovina 

2.kampung mosror 

3.Kampung mesyem Timur 

Jumlah keseluruhan warga sipil dua distrik 9 kampung sebanyak 209 jiwa(penduduk) yang mengunsi ke hutan  dikabupaten Teluk bintuni sementara  warga sipil lainnya mengunsi ke kota bintuni yang belum terdata secara detail

Berikut daftar nama  warga sipil yang  dari Teluk Bintuni yang sudah terdata per- 15/10/2025 : 

1. Tete Kelyopas Faan

2. Bapa Yafet Faan

3. Bapa Yakob Faan

4. Mama Ina Faan

5. Mama susirya Faan

6. Mama Monika Faan

7. Mama martalena Faan

8. Mama Salomina Aisnak 

9. Ibu Serlita Aisnak 

10. Ibu Desita Orocomna

11. Mama marya Faan

12. Mama Marince Aisnak 

13. Anak perempuan Yudita Aisnak 

14. Anak perempuan Olivia Faan

15. Anak perempuan Fanita Aisnak 

16. Anak perempuan Ajuryana Aisnak 

17. Anak perempuan Novelia Aisnak 

18. Anak laki laki Alvin Orocomna 

19. Anak laki laki Randi Faan

20. Anak laki laki Biriyan Orocomna 

21. Anak laki laki Jeki Faan

22. Anak laki laki Ronaldo Faan

23. Anak laki laki Rohit Aisnak 

24. Anak perempuan Novelisa Aisnak 

25. Anak perempuan Noela Faan

26. Anak perempuan Selvinila Aisnak 

27. Anak perempuan bai Juli Aisnak 

28. Anak perempuan bai Bella Orocomna

29. Anak perempuan bai Jelia Aisnak 

30. Anak perempuan bai Fitri Faan

Jumlah Total : 30 adalah data seblumnya 15 Oktober 2025.

                      Foto : pengungsi Teluk Bintuni 



 belum terhitung dengan jumlah terbaru Rakyat Sipil yang mengungsi dan masih dilakukan pendataan di Teluk Bintuni yang mengungsi akibat Konflik Bersenjata yang terus berlangsung  , silahkan tunggu dan ikuti updet berikutnya di KNPB News 


Admin : KNPB News 



Minggu, 12 Oktober 2025

Pemukiman Warga Sipil Di Bom Militer Indonesia,Melanggar Hukum Humaniter Internasional

 



Pegunungan Bintang - KNPBnews, Pertempuran antara TPNPB dan TNI di Kiwirok , pada 06 Oktober 2025 lalu , pada  pukul 07.00 belangsung kurang lebih selama 3 jam , aparat Militet Indonesia menjatuhakan Bom dari udara menggunakan Dua Unit Pesawat Tempur Tucano yang menghancurkan pemukiman warga sipil hingga menyebabkan pengungsian warga sipil , di Kiwirok Pegunungan Bintang 



Dietahui pesawat tempur Tucano adalah buatan Brazil dan Bom yang digunkan adalah Bom Konvensional Metek MK 81 atau 83 buatan Amerika Serikat . Diketahui juga menurut laporan pekerja kemanusiaan Independen menyampaikan bahwa pada serangan udara berlangsung Aparat militer Indonesia justru menjatuhkan bom di wilayah Pemukiman Warga Sipil. Pengeboman ini mengakibatkan rumah-rumah warga sipil ,fasilitas kantor hingga sekolah di Kiwirok hancur lebur dan masyarakat harus mengungsi kedalam hutan-hutan mencari perlindungan akibat terdampak Bom .


Dampak Bom juga benar-benar menghancurkan hutan-hutan hingga kuburan milik masyarakat sipil dikiwirok juga ikut hancur lebur . Insiden pengeboman ini bukan lagi pertama kali tetapi sudah terjadi beberapa kali di Pegunungan Bintang dan di Papua.


Penggunaan Bom sudah berlangsung di Pegunungan Bintang sejak tahun 2021 di Kiwirok , serangan Bom di Intan Jaya menggunakan Pesawat CASA buatan Spanyol,hingga penggunaan senjata Kimia juga digunakan melawan TPNPB. 


Penggunaan Bom atau pengeboman diwilayah sipil sendiri tentu saja melanggar Hukum Humaniter Internasional , pada Konvenan Den Haag 1899 dan 1907 , pemukiman warga sipil ,sekolah ,puskesmas dan warga sipil sendiri adalah objek yang tidak dapat diserang dan hal tersebut diatur secara ketat dalam Hukum Humaniter Internasional . 


Hingga saat ini warga sipil yang mengungsi ke dalam hutan belum terdata sama sekali dikarenakan situasi yang sangat tidak aman . 




Admin : KNPB News

Kamis, 09 Oktober 2025

Aksi Bisu FSPM - PRP Tuntut Bebaskan 4 Tahanan Politik Papua dan Hentikan Kriminalisasi Perjuangan Politik Rakyat Papua 





Makssar - KNPBnews ,  Aksi Bisu Forum Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa/I Papua Peduli Rakyat Papua (FSPM-PRP) menuntut pembebasan  Empat Tahanan Politik Papua ( NFRPB ) dan Hentikan Kriminalisasi Perjuangan Politik Rakyat Papua,  pada sidang yang  berlangsung di Pengadilan Negeri Klas IA Makssar , pada 9 Oktober 2025


Tuntutan pemebasan ke - 4 Tapol Papua terus disuarakan melakui aksi- aski oleh Forum Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua ( FSPM - PRP ) desakan kali ini dilakukan dengan Aksi Bisu didepan pengadilan Negeri Klas IA Makassar  ,dengan tuntutan yang sama " Bebaskan Empat Tahanan Politik Papua  dan Hentikan Kriminalisasi dan Hentikan Kriminalisai Perjuangan Politik Damai Rakyat Papua " 


Pada aksi berlangsung FSPM PRP mengeluarkan pernyataan sikap tuntutan Pembebasan Empat Tahanan Politik Papua dan menuntut agar Pemerintah Indonesia Menghentikan Upaya  Kriminalisasi terhadap Perjuangan Politik Damai Rakyat Papua  , berikut isi pernyataan sikap 


Forum Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa/I Papua Peduli Rakyat Papua (FSPM-PRP) mengecam keras tindakan kriminalisasi terhadap empat tahanan politik Papua yang dituduh melakukan makar tanpa bukti yang sah. Mereka adalah Abraham Goram Gaman, Nikson May, Piter Robaha, dan Maxi Sangkek, yang ditangkap secara represif di Sorong pada 28 April 2025.


Dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, tiga saksi fakta yang seharusnya dihadirkan dalam sidang lanjutan pemeriksaan hari, tidak mampu dihadirkan oleh pihak kejaksaan sorong dengan beberapa alasan antara lain, sakit lambung dengan bukti keterangan dokter yang dianggap tidak sah oleh Hakim ketua, dan dua orang saksi yang menolak untuk memberikan kesaksian langsung di Pengadilan Negeri Makassar.


 Salah satu saksi yakni anak dari Abraham Goram Gaman, menolak untuk memberikan kesaksian dari pihak jaksa penuntut umum dan salah satu saksi tidak mampu dihadirkan oleh kejaksaan karena menolak untuk memberikan kesaksian, jaksa menerangkan membutuhkan  waktu yang lebih untuk menghadirkan setiap saksi fakta karena jarak dan biaya. Akibat dari ketidakhadiran saksi, menyebabkan sidang langsung ditunda tanpa pembacaan lebih lanjut.

Disidang tanggal 7, oktober.  Tiga saksi yang dihadirkan, anggota Polri dan staf honorer Pemda Papua Barat Daya, menyatakan bahwa Abraham Goram hanya mengantarkan surat dari Presiden NRFPB, Frokorus Yaboisembut, yang berisi ajakkan penyelesaian konflik Papua secara damai. Tidak ada percakapan, ajakan makar, ataupun tindakan yang bersifat permusuhan terhadap negara. Pakaian yang dikenakan pun hanyalah batik Papua, bukan simbol perlawanan.


Kesaksian ini membuktikan bahwa tidak ada unsur makar dalam tindakan keempat tahanan politik tersebut. Tuduhan yang diarahkan kepada mereka merupakan bentuk kriminalisasi terhadap perjuangan politik damai rakyat Papua. Pemindahan sidang dari Sorong ke Makassar tanpa pemberitahuan keluarga dan pendamping hukum juga melanggar asas peradilan yang terbuka dan adil.

Aksi solidaritas masyarakat di Sorong dan Manokwari yang menolak pemindahan sidang dibalas dengan kekerasan aparat. Sedikitnya 17 warga ditangkap, termasuk anak di bawah umur, sementara beberapa orang mengalami luka-luka. Dua tahanan politik, Abraham Goram dan Maxi Sangkek, juga mengalami gangguan kesehatan serius tanpa penanganan medis yang layak.

Menurut FSPM-PRP, penggunaan pasal-pasal makar KUHP terhadap rakyat Papua merupakan bentuk penindasan kolonial moderen. Padahal, aktivitas politik yang dilakukan NRFPB dijamin oleh UUD 1945 Pasal 28E, UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang kebebasan menyampaikan pendapat, dan UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Dalam aksi bisu dan pembagian selebaran di Depan Pengadilan Negeri (PN) Makassar hari ini, Forum Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa/I-Peduli Rakyat Papua (FSPM-PRP) menuntut:

Bebaskan 4 tahanan politik Papua tanpa syarat.

Hentikan intimidasi dan teror terhadap aktivis Papua yang memperjuangkan keadilan dan kemerdekaan.

Negara segera membuka dialog damai sebagaimana diajukan oleh empat aktivis NRFPB di Sorong.

Tarik seluruh militer (TNI/Polri) organik dan non-organik dari tanah Papua Barat.

Usut tuntas pelanggaran HAM, termasuk pembunuhan Tobias Silak dan kasus mutilasi Tarina Murib.

Tutup Freeport, BP, LNG Tangguh, MNC, MIFEE, dan seluruh perusahaan asing yang mengeksploitasi Papua.

PBB harus bertanggung jawab dalam proses penentuan nasib sendiri dan penyelesaian pelanggaran HAM di Papua Barat.

Buka ruang demokrasi seluas-luasnya bagi jurnalis nasional dan internasional di tanah Papua.

Hentikan seluruh operasi militer di Yalimo, Yahukimo, Paniai, Intan Jaya, Puncak, dan wilayah lainnya.

Segera berikan Hak Menentukan Nasib Sendiri sebagai solusi demokratis bagi bangsa West Papua.

Salam Pembebasan Nasional Papua Barat!Makassar, 9 Oktober 2025



Admin : KNPB News 



KNPB wilayah Mamberamo Tengah Sukses Lakukan Pembenaan Pengurus Sektor Seralema

 



Mamberamo Tengah - KNPBnews, Pada rabu 08 Oktober 2025 Komite Nasiomal Papua Barat (KNPB) Wilayah Maberamo Tengah gelar Pembenahan Pengurus Sektor Seralema di Kampung Seralema 


Pembenahan dilakukan oleh Badan Pengurus KNPB Wilayah Mamberamo Tengah, dengan menetapkan dan melantik Badan Pengurus Terpilih Sektor Seralema , Yostan Loho sebagai Ketia Sektor, Welius Surabut sebagai Sekretaris , Vilkon Sambom sebagai Bendahara di ikuti dengan bidang-bidang lainnya didalam struktur sektor 



Pembenahan dan pelantikan tersebut langsung dilakukan oleh Ketua KNPB Wilayah Mamberamo Tengah Tn. Ravis Polona , pada kegiatan berlangsung Thema yang di ambil adalah Kemerdekaan Tidak Akan Datang Dari Mana-mana Tapi Papua Merdeka Akan Ditentukan Oleh Takyat Papua Iti Sendiri. 


Kegiatan berlangsung dengan penuh hikmat dan aman ,di Kamoung Seralema, Kobakma , Mamberamo Tengah . 



Admin : KNPB News 





Rabu, 08 Oktober 2025

KNPB Wilayah Sentani Sukses Gelar Konferensi Ke-IV Pembenahan Struktur Dan Pelantikan Badan Pengurus Baru 



Sentani- KNPBnews, Komite Nasional Papua Barat KNPB wilayah Sentani telah gelar Konferensi ke-IV  Pembenahan Struktur dan Pelantikan Badan Pengurus Baru KNPB Wilayah Sentani, kegiatan berlangsung  , di Sentani , pada Rabu , 08 Oktober 2025 


Pada Konferensi ke IV KNPB menetapkan Sadraks Lagowan sebagai Ketua KNPB Wilayah Sentani, Ames Kogoya sebagai Ketua 1 , Elky Matuan sebagai Sekretaris Umum KNPB Wilayah Sentani didampingi Benyamin Pigay sebagai Sekretaris 1 , Bendahara umum dan 1 Dortius Tengket dan Nando Passe, serta Juru Bicara KNPB Wilayah Sentani Nhofis Esema . Kegiatan berlangsung dengan hikmat dan aman ,yang dihadiri oleh perwakilan sektor-sektor di KNPB Wilayah Sentani 


Pada kesempatan yang sama  seusai kegiatan Konferensi digelar , KNPB Sentani juga menyampaikan beberapa pesan melalu konferensi pers yang disampaikan langsung oleh Ketua KNPB Wilayah Sentani terlantik Tn. Sadraks Lagowan, dalam pesannya menyampaikan kepada seluruh Rakyat Papua dari Sorong hingga Samarai dan juga terlebih khususnya di wilayah Mamta serta kepada seluruh pejuang KNPB dan Organisasi Pelopor Perjuangan Pembebasan dan lembaga serta komponen masyarakat yang ada di Tanah Tabi bahwa " pertama, harapan kami Pengurus terpilih di tahun 2025 dalam konferensi ke IV ini , bagaimana agar dengan kepengurusan kali ini kami bisa membangun kekuatan Rakyat, yang terorganisir didalam satu koridor perlawanan didalam komando KNPB secara organisasi dari wilayah kerja kami dari expo sampai dengan perbatasan sarmi, kedepan kami juga berharap kepada seluruh rakyat Papua agar terus antusias menerima kami sebagai pemimpin koridor KNPB untuk bisa bagaimana duduk, berdiskusi dan bercerita bersama-sama dengan rakyat menceritakan tentang beribu penderitaan rakyat Papua demi menuju pembebasan nasional. 


Kedua, kami BP KNPB Wilayah Sentani yang terpilih kami juga ingin menyikapi terkait beberapa situasi di yang belakangan ini terjadi,yang mana pembunuhan merajalela, pembunuhan liar yang dilakukan olehTNI - Polri dan juga pembunuhan yang terjadi secara tidak terduga di beberapa wilayah konflik bersenjata,kami juga melihat kasus kekerasan yang terjadi akibat konflik bersenjata antara TPNPB dan TNI-POLRI yang melahirkan pengungsian Warga sipil lebih dari 100.313.warga sipil dan sampai dengan saat ini terus bertambah yang sampai dengan saat ini masih hidup melarat di belantara, dan juga terkait perkembangan globalisasi pembangunan dan juga kehadiran kolonialisme Indonesia di tanah Tabi, yang mana telah melengserkan hak-hak dan kehidupan seluruh masyarakat adat Tabi dan juga masyarakat Papua yang berada di atas Tanah Tabi. kami ada sebagai media Rakyat setiap penderitaan Rakyat yang ada di wilayah tanah Tabi dan juga di seluruh tanah Papua kami akan terus memediasi melalui perlawanan bersama, perjuangan bersama mengusir kolonial dari atas tanah ini . 


Oleh sebab itu kami menekankan kepada aparat TNI-Polri berhenti,menebar kekerasan dan juga menebar tindakan teror yang hari ini sedang merajalela, terkhusus juga kami melihat bahwa salah satu opini dan tindakan yang telah dibangun melalui isu begal dan sebagainya, kami menuntut agar aparat TNI-Polri tidak boleh lagi menebar teror dan ancaman melalui kelompok-kelompok begal yang melakukan kejahatan dan terus memakan korban dan menyasar warga sipil lebih banyak." Tegasnya 


Lanjutnya lagi , " Himbauan lainnya yang perlu kami sampaikan disini kepada seluruh pejuang yang pernah bersama-sama dengan kami KNPB, entah dikubu manapun, di kelompok manapun, di komponen manapun entah di mahasiswa, Gereja, LSM, di Rakyat tani,kaum buruh, tukang ojek, supir taksi,dan seluruh komponen rakyat pejuang yang ada di organisasi-organisasi perlawanan di tanah adat Tabi yang dimana hari ini sedang berkembang pecah belah dan sebagainya,kami meminta secara terbuka untuk kawan-kawan datang dan melibatkan diri bersama,kami tidak akan menutup pintu ini sampai dengan pembebasan nasional kita wujudkan sama-sama bersama Komite Nasional Papua Barat ( KNPB ) wilayah Sentani. Demikian himbauan terkahir kami selanjutnya rakyat tunggu kami basis - basis massa Rakyat " tutupnya 



Admin : KNPB News 


KNPB Wilayah Yahukimo Berikan Materi Sejarah Bangsa Papua Pada Pembukaan Sidang Konferensi Klasis Weiba , Kwelamdua 

 


Yahukimo-KNPBnews, Pada pembukaan Sidang Konferesni Klasis Weiba  Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Yahukimo  memberikan Materi Sejarah Bangsa Papua  pada Pembukaan sidang Konferensi Kelasis Weiba Kwelamdua, materi  pendidikan politik dan sejarah kepada rakyat di KNPB Sektor Kwelamdua dilangsungkan pada pukul 15:00 hingga 19 : 30wp , pada  Selasa  07 /10/ 2025 


Tim pembawa materi Ketua Diplomasi KNPB Wilayah Yahukimo Kone Kobak bersama rombongan berjalan kaki dari Dekai ke Kwelamdua selama dua hari perjalanan , hingga tiba di Sektor Kwelamdua , pada Sabtu  4 Oktober  kehadiran Tim pemateri dijemput dengan penuh semangat dan antusias dari tuju kampung, 10 jemaat di wilayah Kwelamdua. 


pada hari Selasa tgl 7 Oktober 2025 waktu pukul 15:00 wp ,  Kone Kobak  bersama rombongan memulai kegiatan Dikpol  sejarah Papua Barat dan materi Mogok Sipil Nasional (MSN) hingga selesai pukul 7:30 wp malam.

Beberapa pesan penting yang disampaikan  Kone Kobak bahwa " pentingnya dalam perjuangan pembebasan bangsa adalah kesadaran rakyat maka rakyat Papua di Kwelamdua sebagai subjek utama dalam Perjuangan harus memiliki kesadaran kolektif. Agar perlawanan kita terhadap diskriminasi rasial dan pembunuhan terstruktur yang di lakukan kolonial Indonesia terhadap rakyat Papua semenjak tahun 1961 sampai hari ini tahun 2025 harus dihentikan." Ucapnya 


Lanjutnya lagi " rakyat Papua yang menginginkan dan merindukan pembebasan bangsa dari ekploitasi kekayaan alam dan pembunuhan manusia pribumi, harus bersatu karena persatuan orang asli Papua adalah keuntungan dan kekuatan besar untuk menghantam dinding Firaun baru di west Papua. Selain membangun persatuan, kita juga wajib memperkuat dan memperbaiki menajemen organisasi perlawanan, supaya perlawanan kita terkomando, terorganisir dan terpimpin." Tutupnya dalam pada pemberian materi Pendidikan Politik Bangsa di Basis Rakyat Sektor Kwelamdua di kegiatan Sidang Konferensi Klasis Weiba Kwelamdua . 


Admin : KNPB News 




Selasa, 07 Oktober 2025

KNPB Wilayah Yalimu Sukses Gelar Konferensi 1 Pembenahan Sektor Domwil Dan Keluarkan 3 Pernyataan Sikap









Yalimu - KNPBnews, KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT (KNPB) - Wilayah Yalimu Sukses Gelar Pembenahan Sektor Domwil di Kampung Dombomi , pada Selasa ,07/10/2025 


Kegiatan dilaksanakan melalui Konferensi I Sektor Domwil dengan awali dengan Ibadah yang dilayani oleh majelis Gereja lalu di lanjutkan dengan pembukaan sidang konferensi ( I ) oleh ketua sektor Domwil , dalam kegiatan persidangan dan pembenahan kemudian dipimpin langsung oleh Ketua KNPB Yalimu Theo Loho bersama Pengurus KNPB Wilayah Yalimu. 

Pada putusan Konferensi I sektor Domwil , Otris Mabel kembali menjabat sebagai Ketua Sektor Domwil dan di lengkapi dengan struktur kepengurusan organisasi. Kegiatan juga dihadiri oleh pengurus Sektor Abenaho, sektor Hulikma, sektor Ohoam dan sektor Beim , serta disaksikan langsung oleh Rakyat Papua di Dombomi. 

Pada kesempatan yang sama Ketua KNPB Yalimu Theo Loho memberikan pemahaman umum arahan untuk kepada Pata pejuang juga kepada rakyat untuk terus berjuang hingga akhir Pembebasan Papua Barat 

Otris Mabel selaku ketua Sektor Domwil yang baru terpilih juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat di Sektor Domwil dan ia menyampaikan " akan terus melanjutkan perjuangannya hingga Papua merdeka dan ia juga menghimbau agar Rakyat tetap mendukung dalam perjalanan organisasi."

Kwgiatan diakhiri dengan pernyataan Sektor Domwil menyikapi situasi di lingkungan wilayah Domwil , berikut isi pernyataan sikap bahwa, 

Pertama, Kepada petugas non OAP yang masuk sebagai Guru, tugang, mantri dan suster dilarang keras untuk melakukan aktivitas selain Tugas seperti jualan dll. 


Yang kedua dilarang keras kepada semua pihak bahwa di wilayah kekuasaan sektor Domwil ada pembangunan POS Militer. 


Ketiga di larang jual beli minuman keras dan juga meminum alkohol di area sekitar kampung. 



Admin : KNPB News 

Minggu, 05 Oktober 2025

Pesan KNPB Wilayah Sorong Raya Pada Kegiatan Penerimaan  Mahasiswa/I IPMANAPANDODE : Pemahaman Sejarah Bangsa Papua Wajib Dipelahari Seluruh Generasi 

 



Sorong - KNPBnews, Jumat 03 September 2025, KNPB Sorong Raya memberikan Materi Pendidikan Politik tentang Sejarah Politik Bangsa West Papya , pada kegiatan penerimaan mahasiswa di Ikatakan Pelajar Mahasiswa/i Nabire , Paniai , Dogiyai, Deiyai ( IPMANAPANDODE ) se-Kota Study Sorong. Kegiatan digelar di Asrama Dogiya ,Sorong , Papua 


Pada kegiatan diskusi berlangsung , dihadiri oleh sekretaris Umum KNPB Wilayah Sorong Raya Tn. Nikolaua Goo berama

Tn. Jenerson Kareth selaku wakil diplomasi Wilayah KNPB Wilayah Sorong Raya yang juga memberikan Materi Pendidikan Politik 


Dalam berjalannya diskusi, para maba dan mala sangat antusias mendapatkan penjelasan sejarah yang menurut mereka , sebelumnya tidak pernah didapatkan saat di bangku sekolah formal (SD,SMP,SMA) serta mereka juga menjadi lebih mengerti tentang Sejarah Perjuangan Rakyat Papua yang sampai sekarang masih terus berjuang nyalakan api perlawanan baik didalam negeri (rakyat sipil dan gerilyawan), dan para diplomat di luar negeri (ungkap seorang mala).


Pesan Penting KNPB kepada Mahasiswa/i IPMANAPANDODE bahwa , " Pemahaman sejarah Bangsa Papua wajib dipelajari seluruh generasi di Papua dan Perlawanan juga harus diambil oleh seluruh elemen Rakyat Papua terutama generasi muda yg saat ini masuk usia matang, agar dengan semangat muda, pasti kemerdekaan itu direbut. Jangan harapkan kemerdekaan itu datang saja tanpa perlawanan rakyat di tanah air Papua itu sendiri "




Admin : KNPB News 


Jumat, 03 Oktober 2025

Mahasiswa Intan Jaya Tuntut Hentikan Eksploitasi Blog Wabu Sesuai Aspirasi Rakyat Intan Jaya

 



Makassar - KNPBnews, Tim Pengawal Aspirasi Penolakan Eksploitasi Blok Wabu gelar Conferensi pers peryataan sikap sesuai dengan hasil Audiensi bersama Menteri ESDM RI yang dilakukan oleh Perwakilan Mahasiswa bersama Intelektual Intan Jaya , konferensi pers pernyataan sikap digelar , di Asrama Intan Jaya , Makssar pada 03/10/2025 



Berikut isi pernyataan sikap , Pertama, Mengecek Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) . 

Kedua , Memastikan Wilayah Izin Usaha Pertambangan khusus (WIUPK). 

Ketiga, Menyampaikan Aspirasi Masyarakat akar rumput Intan Jaya dan Papua Tengah terkait Penolakan adanya Eksploitasi BLOK WABU

Terkait dengan 3 point pernytaan sikap tersebut kemudian ditanggapi oleh Menteri ESDM RI,bahwa 

1. Terkait IUPK Belum Ada Izin Yg di Keluarkan oleh Menteri ESDM tentang Surat (IUPK) Sampai sekarang. di Wilayah BLOK WABU Intan Jaya


2. Terkait Dengan Wilayah Ijin Usaha Pertambangan khusus (WIUPK) Kata Menteri bahwa saya belum tahu dan saya baru 2024 ini yang naik Menjadi Menteri ESDM. saya akan coba mengecek Dokumen dari Menteri Sebelumnya terkait WIUPK


3. Aspirasi Penolakan, Kajian Eksploitasi BLOK WABU persamaan dengan berisi Petisi Rakyat Intan Jaya sekitar seribu lebih tandatangan penolakan sudah diserahkan kepada Menteri ESDM


Diluar daripada Agenda itu TIM Pengawal Aspirasi Penolakan juga sudah menanyakan persoalan Pendropan Militer Non Organik di Intan Jaya, bahwa apakah ada Kaitannya dgn Rencana Eksploitasi Blok WABU ? 

 

Naumun respon tanggapan yang disampaiakan Menteri ESDM bahwa soal pentropan Militer Itu diluar dari Agenda Blok WABU sehingga jika ingin tahu lebih lanjut bisa langsung bertanya kepada Menteri Pertahanan RI 


Teekait aktivitas militer di Intan Jaya sendiri sampai dengan awal Oktober ini terus semakin meningkat ,dan membuat ketidaktenangan dan trauma bagi warga sipil di Intan Jaya , sehingga perlu menjadi perhatian berasama agar Militer Non Organik yang berada di Intan Jaya untuk segera di tarik . 



Admin : KNPB News 


Kamis, 02 Oktober 2025

Bahaya Miras : Satu Orang Warga Ditemukan Meninggal Babak Belur Saat Mengkonsumsi Miras Bersama Teman Di Paradiso 



 Dekai - KNPBnews , satu orang warga sipil bernama Assenea Ossu asal Distrik Korupun,Suku Kimyal ( 34 tahun )  ditemukan meninggal dunia usai bertengkar hingga babak belur saat  mengunsumsi miras dengan temannya  di Paradisio, Kota Dekai , Kabupaten Yahukimo pada 02/10/2025 


Menurut keterangan pihak keluarga , bahwa Assenea Ossu ( almarhum ) sebelumnya sedang minum minuman beralkohol bersama 3 orang temannya dari jam 10 malam hobgva 5 subuh , lalu setelah itu datang 2 orang lagi yang minum di tempat yang sama yang bukan teman dari korban yang saat itu sempat bertengkar dengan korban , lalu satu orang teman korban kembali ke rumah lalu pukul 06 pagi ,teman korban datang ke tempat minum namun korban sudah tidak berada di sana tetapi ia keluar ke arah jalan dalam keadaan mabuk,namun dengan kondisi fisik babak belur hingga nafas korban sudah menipis, akhirnya saat itu juga korban kehilangan kesadaran dan terjatuh , lalu teman-teman korban hendak membangunkan korban namun nafas korban sudah berhenti. 


Laporan keluarga korban menyampaikan juga bahwa tubuh korban mengalami luka akibat pertengkaran yang saat itu terjadi , korban mengalami luka di bagian Kepala, wajah dan lutut korban akibat pemukulan namun setelah korban dibawa ke Rumah sakit untuk divisum , penjelasan pihak Rumah Sakit Dekai , bahwa luka yang dialami korban adalah luka goresan akibat akibat terjatuh . Dan untuk visum lengkap belum diberikan sampai saat ini sehingga keluarga korban masih menunggu , pihak aparat kepolisian sendiri masih melakukan olah TKP 


Tambahan dari keluarga korban bahwa alm. Assenea Ossu tidak mungkin keluar ke jalanan atau keluar dari temoatnya minum ,karena lokasi ia ditemukan adalah temoat dimana almarhum juga tingga sehingga jika pihak RS mengatakan korban mengalami luka gores akibat terjadi ,hal itu sangat tidak mungkin karena laporan keluarga korban tahu bahwa s sempat terjadi pertengkaran di subuh hari dengan 2 orang yang tidak dikenal , hingga ada luka akibat pemukulan di tubuh korban.  Sehingga pihak keluarga  korban merasa janggal dengan keterangan rumah sakit yang begitu mudah dan Keluarga korban alm Assena Ossu berharap agar hasil visum lengkap yang akan dikeluarkan dapat diungkapkan secara benar apa penyebab korban meninggal dunia 




Admin : KNPB News 

FSPM - PRP Tuntut  Peninjauan Ulang Roma Agreement Dan Pembebasan 4 Tahanan Politik Papua  Di Makassar 

 



Makassar KNPBnews, Gelar Aksi Peringati 63 Tahun Roma Agreement , Forum Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa/i Peduli Rakyat Papua (FSPM-PRP) Kota Studi Makassar lakukan  Aksi Damai dengan tema   " Tinjau Ulang Kesepakatan Ilegal, Bebaskan 4 Tahanan Politik Papua " di gelar  di  depan Pengadilan Negeri Kelas 1 ,makassar Sulawesi Selatan , pada 30/09/2025 


FSPM - PRP juga menuntut Pembebasan dan Pemulangan  4 Tahanann Politik Papua Barat ( NFRPB ) yang di tahan di Makassar ,menurut FSPM - PRP tindakan penangkapan ke 4 aktivis Papua Merdeka ( NFRPB ) yang meminta dialog terbuka oleh aparat militer kepolisian Pemerintah Indonesia adalah tindakan pelanggaran yang merusak esensi demokrasi . Penangkapan 4 Tapol NFRPB adalah bentuk tindakan krominalisasi terhadap aktivis kemansiaan yang memperjuangkan keadilan dan kesetaraan  


Penanggung jawab aksi oleh KNPB & AMP   Wilayah Makassar . Pada aksi berlangsung Forum Solidaditas Pelajara dan Mahasiswa/i - Peduli Rakyat Papua juga mengeluarkan point pernyataan sikap  sebagai berikut 

Forum Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa/i Peduli Rakyat Papua (FSPM-PRP) Kota Studi Makassar  memperingati 63 tahun Perjanjian Roma (Roma Agreement 1962) dengan menegaskan penolakan terhadap sejarah gelap yang melahirkan aneksasi Papua Barat ke dalam wilayah Indonesia tanpa keterlibatan rakyat Papua.

Perjanjian Roma merupakan kelanjutan dari Perjanjian New York 1962 yang mengabaikan prinsip penentuan nasib sendiri (self-determination). Pelaksanaan PEPERA 1969 dilakukan dengan manipulasi, intimidasi, dan tekanan, sehingga hasilnya tidak pernah sah secara moral maupun yuridis.

Sejak saat itu, rakyat Papua terus menghadapi diskriminasi, operasi militer, eksploitasi sumber daya alam, dan pelanggaran HAM berat. Negara terus menggunakan kebijakan represif dan hukum pidana untuk membungkam suara rakyat Papua.


Kasus kriminalisasi terbaru dialami oleh empat tahanan politik Negara Federal Republik Papua Barat  (NFRPB): Abraham Goram, Nikson May, Piter Robaha, dan Maxi Sangkek. Mereka ditangkap 28 April 2025 di Sorong setelah mengajukan surat ajakan dialog damai kepada Pemerintah Indonesia. Namun, bukan dialog yang dibuka, melainkan represi dan tuduhan makar dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.


Selain dikriminalisasi, kondisi penahanan mereka sangat memprihatinkan dan minim akses kesehatan, termasuk bagi Abraham Goram yang mengalami gangguan paru-paru dan Maxi Sangkek yang batuk berdarah. Pemindahan paksa perkara ke PN Makassar semakin mempersempit akses dukungan keluarga dan pendamping hukum.


Tuntutan FSPM-PRP

Dalam momentum 63 tahun Perjanjian Roma dan Pengawalan Sidang Pemeriksaan Saksi ini, FSPM-PRP Kota Studi Makassar menyatakan sikap dan menuntut:


Pertama , Mengakui bahwa Roma Agreement 1962 tidak sah karena tanpa keterlibatan rakyat Papua Barat.


Kedua, Membebaskan 4 tahanan politik NFRPB tanpa syarat.

Menghentikan intimidasi dan teror terhadap aktivis Papua.

Membuka ruang dialog damai sesuai inisiatif 4 aktivis NFRPB di Sorong.


Ketiga, Menarik seluruh aparat militer organik maupun non-organik dari tanah Papua.

Mengusut tuntas kasus-kasus pelanggaran HAM, termasuk pembunuhan Tobias Silak dan mutilasi Mama Tarina Murib.

Menutup Freeport, BP LNG Tangguh, MNC, MIFEE, dan seluruh perusahaan asing di Papua.


Keempat , Mendesak PBB bertanggung jawab dalam proses penentuan nasib sendiri rakyat Papua.

Membuka ruang demokrasi seluas-luasnya, termasuk kebebasan pers nasional dan internasional di Papua.

Menghentikan seluruh operasi militer di wilayah konflik Papua.


Kelima , Memberikan hak menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokratis bagi rakyat Papua.


Keenam, Kami menegaskan bahwa hak untuk berdialog, berekspresi, dan menentukan nasib sendiri adalah hak fundamental rakyat Papua. Kriminalisasi, represi, dan pendekatan militer hanya akan memperpanjang konflik dan penderitaan.


Ketujuh, FSPM-PRP Kota Studi Makassar menyerukan solidaritas luas dari seluruh rakyat Papua Barat, masyarakat Indonesia, dan komunitas internasional untuk mendukung perjuangan ini.Salam Pembebasan Nasional Papua Barat! 




Admin : KNPB News 



Pernyataan Sikap Terbuka Frans Wasini bersama Kawan-kawan Komite Aksi Kembali Ke KNPB 

 


Pernyataan Sikap Terbuka Frans Wasini bersama Kawan-kawan Komite Aksi Kembali Ke KNPB 


Kepada seluruh Rakyat Papua bersama 32 KNPB Wilayah,2 Konsulat Indonesia dan Timor Leste dan Badan Pengurus pusat KNPB 


Rabu 01 Oktober 2025, KNPB telah memutuskan dan menerima kehadiran Kawan Frans Wasini bersama kawan-kawan Komite Aksi kembali ke Honai KNPB Wilayah Sentani 


Berikut isi pernyataan sikap terbuka langsung disampaikan oleh Frans Wasini  untuk dapat diikuti dan diketahui bersama: 


Selamat malam kepada seluruh Rakyat bangsa West Papua, Allah Leluhur Bangsa West Papua,tulang belulang moyang yang sudah melalui kami di Medan revolusi, pada malam hari ini 1 Oktober 2025  , saya secara pribadi dan semua anggota yang bersama saya, sejak 2014 hingga 2025 dalam medan perjuangan revolusi pembebasan West Papua, banyak seluk beluk manis pahitnya kami sudah lalui bersama dan dengan demikian di kesempatan ini, saya ingin menyampaikan kepada seluruh rakyat bangsa West Papua, untuk bisa mendengar lalu bisa mengikuti sikap saya secara terbuka; 


1. Ideologi jiwa-jiwa revolusi rakyat pejuang west Papua lahir dari KNPB, kami yang berdiri di sini adalah KNPB dan seluruh rakyat tahu berapa tahun yang sudah berlalu saya pernah ada dimana dan memperjuangkan agenda yang sama bagian dari paket-paket perjuangan,tetapi di kesempatan ini saya sebagai pejuang yang memang sudah mengikuti proses perjuangan dengan segala proses tahapan yang sudah dilalui rakyat sudah tahu hal itu, karena agenda Papua merdeka adalah agenda yang terbuka, sehingga dikesempatan ini Saya mau sampaikan kenapa Saya ada bersama kawan-kawan, untuk ada di KNPB, karena Saya melihat banyak sekali keganjalan-keganjalan yang terjadi di sana kemudian Saya menyadari bahwa Saya harus kembali, itu adalah satu faktor utama dan terutama. Dan ini perlu disadari oleh seluruh rakyat bangsa West Papua, rakyat pejuang. Jika yang buta bisa mendengar,  yang tuli bisa melihat dari rekaman saya 


2. Dengan bergabungnya kami bersama Komite Nasional Papua Barat secara struktural dari organisasi baik dari pusat sampai dengan wilayah sampai dengan 2 Konsulat, kami siap menyatakan bahwa apapun yang menjadi agenda kerja Komite Nasional Papua Barat adalah agenda kami bersama dan kami akan eksis sampai dengan Papua Merdeka 


3. Dikesempatan ini juga saya sampaikan kepada seluruh pejuang rakyat bangsa West Papua, kami akan jumpa di rumah masing-masing kami akan toki pintu,bukakan pintu anda dengan hati yang baik untuk kami sama-sama maju merebut kemerdekaan yang sudah dicuri.


4. Komite Nasional Papua Barat ( KNPB) wilayah Sentani betul-betul akan konsolidasi massa dan dipastikan wilayah Sentani akan bergerak Toh  sebagai KNPB, jika pernyataan saya terjadi kekeliruan, konfirmasi kepada saya , jangan kepada pihak yang lain, karena yang menyatakan sikap ini adalah saya dan saya bertanggung jawab atas kata-kata saya 

Bahwa secara resmi Frans Wasini telah keluar dari Komite Aksi dan kembali bersama KNPB 


Dan kami juga sampaikan kepada Pimpinan Pusat untuk kita sama-sama maju bersama. Yang menjadi persoalan dan masalah Saya pikir hari ini saya ada disini, sehingga bagi mereka yang tidak sadar kembali kepada pribadi mereka tetapi saya yakin dan percaya mereka juga akan menyadari hal ini. 


Karena Saya berada disini dengan penuh kesadaran karena Saya dilahirkan oleh KNPB dan saya tumbuh dan dibesarkan oleh KNPB, sehingga saya kembali ke rumah Saya untuk memperjuangkan kemerdekaan Bangsa Papua. 


Sekian pernyataan sikap disampaikan langsung oleh Frans Wasini yang kembali bergabung ke KNPB setelah keluar dari Komite Aksi untuk dapat diikuti bersama oleh Semua pihak pejuang pembebasan rakyat Papua Barat 

Tabi, 01 Oktober 2025

Rabu, 01 Oktober 2025

KNPB Wilayah Manukwr : 63 Tahun Roma  Agreement  adalah Tindakan Penipuan  Dan Curang 



Manukwar-KNPBnews , KNPB wilayah Manukwr gelar diskusi dan lakukan keluarkan  pernyataan sikap melihat dinamika politik dan situasi penindasan di west papua sejak tahun 1962 -2025 yang memprihatinkan , kegiatan berlangsung di Amban ,Manukwr ,pada  30/09/2025



Kegiatan diskusi hingga pernyaan sikap dimulai pukul 17. 00 hingga selesai,dan berjalan dengan aman. Dalam diskusi berlangsung KNPB Wilayah manukwar merefleksikan Perjanjian Roma Agreement 1962 sebagai perjanjian ilegal karena tidak melibatkan orang Papua. 


KNPB menilai bahwa Perjanjian Roma/Roma Agrement dilakukan di Roma, Ibu Kota Italia pada 30 September 1962 setelah Perjanjian New York/New York Agreement pada 15 Agustus 1962. Kedua perjanjian tersebut dilakukan tanpa keterlibatan satupun wakil dari rakyat Papua pada hal perjanjian itu berkaitan dengan keberlangsungan hidup rakyat Papua. Berikut isi Perjanjian Roma (Roma Agreement):

" Perjanjian Roma yang ditandatangani oleh Indonesia, Belanda dan Amerika Serikat merupakan perjanjian yang sangat kontroversial dengan 29 pasal yang mengatur dalam perjanjian New York. Mengatur tiga macam hal, dimana pasal 14-21 mengatur tentang Penentuan Nasib Sendiri (Self Determination) yang didasarkan pada praktek Internasional yaitu satu orang satu suara (One Man One Vote). Dan pasal 12 dan 13 yang mengatur transfer Administrasi dari Badan Pemerintahan Sementara PBB UNTEA kepada Indonesia.

Perjanjian tersebut menimbulkan klaim Indonesia atas tanah Papua telah dilakukan pasca penyerahan kekuasan Wilayah Papua Barat dari tangan Belanda kepada Indonesia melalui Badan Pemerintahan Sementara PBB UNTEA pada tanggal 1 Mei 1963.

Usai menandatangani itu Indonesia malah melakukan pengkondisian wilayah melalui operasi militer dan penumpasan gerakan pro kemerdekaan rakyat Papua,Namun Ironisnya sebelum proses penentuan nasib dilakukan, tepat 7 April 1967 Freeport telah menandatangani Kontrak Pertamannya dengan pemerintah Indonesia,sebelum melakukan PEPERA 1967.

Klaim atas wilayah Papua sudah dilakukan oleh Indonesia dengan kontrak pertama Freeport dua tahun sebelum Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA). Sehingga, dari 809.337 orang Papua yang memiliki hak suara, hanya diwakili 1025 orang yang sebelumnya sudah dikarantina dan cuma 175 orang yang memberikan pendapat. Musyawarah untuk Mufakat melegitimasi Indonesia untuk melaksanakan PEPERA yang tidak demokratis, penuh teror, intimidasi dan manipulasi serta adanya pelanggaran HAM berat.


Keadaan yang demikian ; teror, intimidasi, penahanan, penembakan bahkan pembunuhan terhadap rakyat Papua terus terjadi hingga dewasa ini diera reformasi-nya Indonesia. Hak Asasi Rakyat Papua tidak ada nilainya bagi Indonesia. Sebelum dan sesudah PEPERA yang ilegal di lakukan ada pun, DOM (Daerah Operasi Militer) di lakukan di seluruh tanah Papua, dari tujuan-nya Indonesia mengkoloni Papua Barat sebagai daerah jajahan sampai Saat ini dengan militeristik dan system yang ganas.Otsu dan Dob hanya gula gula manis yang di berikan kepada rakyat papua. Tidak ada kedamaian bagi rakyat papua di hadapan kolonial indonesia.Sampai saat ini pembunuhan, Penangkapan, kriminalisasi, intimidasi, Teror masih terus terjadi bahkan Eksplorasi dan Eksploitasi Sumber daya alam papua terus berlanjut sedangkan Rakyat papua Terus menolak semua perusahan ilegal di Papua." 


Sehingga melihat dari dinamika politik dan situasi penindasan di west papua sejak tahun 1962 -2025 yang  sangat memperihatinkan sehingga KNPB Mnukwar seusai diskusi,mengeluarkan 5 point pernyataan sikap 


berikut isi pernyatakan sikap KNPB wilayah Manukwr,

1. Kami Menolak, Perjanjian Roma agreement 30 september dan New york Agreement 15 Agustus 1962. Perjanjian Penipuan dan curang. 

2. Pepera 1969 Ilegal, Segera gelar referendum di west papua sebagai solusi demokratis.

3. Hentikan pendropan Militer organik Maupun non organik di seluruh tanah papua dan Hentikan operasi militer di seluruh tanah papua

4.PBB, Segerah Tuntaskan pelanggaran HAM masa lalu dan sekarang.

5. Membebaskan tampa syarat tahanan politik di seluruh papua, termasuk 4 tapol NFRPB.




Admin : KNPB News 




Peringati 63 Tahun Roma Ilegal Agreement, KNPB Kaimana Tuntut Segera Tarik Militer Indonesia Di Seluruh Tanah  Papua Karena Hanya Membawa Trauma Bagi Rakyat Papua. 



 Kaimana , KNPBnews, KNPB Kaimana gelar Diskusi lepas peringati 63 Tahun Perjanjian Ilegal Roma , yang dilakukan oleh penjajajah untuk menguasai tanah Papua , pada 30/09/2025 


Dalam diskusi yang dimediasi oleh Fando Nyai selaku ketua 1 KNPB wilayah Kaimana, dengan pembahasan mengarah pada sejarah Roma Agreement maupun sejarah panjang perjuangan rakyat Papua dari 1962 hingga hadirnya Otsus yang merupakan gula-gula politik jakarta untuk membungkam suara kemerdekaan rakyat Papua di atas tanah Papua.


KNPB Kaimana juga menyikapi eskalasi politik di tanah Papua yang semakin tidak baik-baik saja dimana penderopan militer yang begitu massif di intan jaya dan Paniai saat ini terjadi . 


Sehingga KNPB wilayah Kaimana menyampaikan dalam pernyataannya bahwa " Kami meminta kepada pemerintah Indonesia agar segera tarik militer organik maupun non organik dari daerah konflik karena hanya akan menimbulkan trauma bagi rakyat sipil yang ada di daerah konflik".




Admin : KNPB News 






Peringati 63 Tahun Roma Agreement, KNPB Sentani Gelar Diskusi Dan Kunjungan Basis Pertama Di Wilayah Sentani Barat 

 





Sentani-KNPBnews, KNPB Wilayah Sentani  Sukses gelar diskusi dan konsolodasi rakyat serta kunjungan organisasi yang pertama di Basis Baru Sentani Barat , pada 30/09/2025 

Memperingati 63 Tahun Perjanjian Sepihak Roma Agreement 30 September 1962-2025. Persetujuan sepihak Roma Agreement 30 September 1962-2025, Badan pengurus KNpB wilayah Sentani bersama Rakyat pejuang gelar Diskusi & Konsuldasi rakyat dengan mengunjungi basis pertama di Sentani Barat . 

Dalam diskusi berlangsung BPW-KNPB mengusung thema “Rakyat Pejuang Bangsa West Papua Mendesak, PBB Segera Tinjau Kembali Perjanjian Roma”. Proses kegiatan berjalan lancar, Diskusi politik dipandu oleh “Ames Kogoya”selaku Pengurus basis yang memoderasi diskusi dengan narasumber “Sadracks Lagowan”sebagai Juru bicara KNPB Sentani mewakili Pengurus Wilayah. 


Pembahasan diskusi tentang Roma agreement, dikaitkan juga dengan realita penindasan, kekerasan militer yang terjadi di Papua, melalui Ekploitasi Sumber daya alam, Pembungkaman ruang demokrasi, serta diskriminasi rasial yang terjadi secara massif di Papua. 


Sebulan setelah Perjanjian New York atau sebulan sebelum Perjanjian New York diberlakukan. Indonesia, Belanda dan Amerika kembali secara sepihak mengadakan sebuah perjanjian di Roma atau sering disebut dengan Perjanjian 

Roma (roma agreement) yang disutradarai (mengatur Semua Persiapan dan Proses berjalanya Kegiatan ) oleh Soebandiro, Menteri Luar Negeri Indonesia 

Saat Itu.  


Isi dari Perjanjian Roma memuat beberapa pokok penting yang kontroversial dengan isi new york agreement, bahkan sangat bertentangan dengan hukum 

Internasional. Pokok-pokok penting tersebut ialah: 

• Penundaan atau bahkan pembatalan pelaksanaan penentuan pendapat Rakyat Tahun 1969 Indonesia menduduki Papua Barat selama 25 Tahun terhitung 1 Mei 1963-1988. 

• Pelaksanaan PEPERA menggunakan sistem “Musyawarah untuk Mufakat” sesuai dengan Prinsip Dewan Musyawarah Indonesia.  


• Laporan akhir tentang hasil-hasil pelaksanaan Plebisit (Pemumgutan Suara) Tahun 1969 kepada sidang umum PBB agar diterima tanpa debat terbuka 


• Pihak Amerika Serikat bertanggungjawab menanamkan modalnya kepada sejumlah BUMN dibidang Eksploitasi SDA Papua Barat. 

• Amerika Serikat menunjang pembangunan Papua Barat selama 25 Tahun melalui jaminan kepada Bank Pembangunan Asia sebesar USD 30 Juta. 

• Amerika serikat menjamin pendanaan program Transmigrasi Indonesia ke Papua Barat melalui Bank Dunia. 


Berdasarkan fakta penghianatan Perjanjian Roma yang dilaksanakan atas dasar kepentingan ekonomi politik, Dengan demikian Badan Pengurus KNPB Wilayah Sentani bersama rakyat pejuang menyatakan sikap momentum 63 tahun Perjanjian Roma, sebagai berikut;


  1. PBB Segerah tinjau kembali Perjanjian Roma

  2. Hentikan konflik bersenjata antara TPN-PB & TNI/POLRI demi keselamatan hak hidup warga sipil di papua. 

  3. Hentikan segala bentuk Pembangunan Investasi pemerintah Kolonialisme Indonesia diatas tanah Papua. 

  4. Bebaskan seluruh tahanan politik Papua di Luar Papua maupun di dalam Papua. 

  5. Segerah Berikan Hak Penentuan Nasib Sendiri Bagi Bangsa West Papua. 


Akhir pesan serta himbauan untuk Rakyat pejuang bangsa West Papua di Tanah adat Tabi Wilayah Sentani , Kami BPW-KNPB Sentani akan terus melakukan konsulidasi rakyat pejuang dari sektor, basis, sub, sel, paguyuban, kos hingga akar rumput sesuai wilayah kerja kami dari batas kota Jayapura expo hingga batas kabupaten sarmi guna membangun kekuatan rakyat pejuang menuju Hak penentuan nasib sendiri melalui Mogok Sipil Nasional (MSN). 


Segera siapkan diri dari sekarang untuk menyatukan barisan dalam koridor perjuangan di Wilayah Sentani.




Admin : KNPB News 


Gelar Aksi Sumbangan Kasih Revolusi Menuju Pelantikan , KNPB Sentani Serukan : Persatuan Rakyat

Sentani - KNPBnews, KNPB Sentani gelar aksi sumbangan kasih dengan tema  "Makan Sumbang" oleh Panitia Pelantikan Badan Pengurus Wi...